5 Transfer Terburuk Madrid
BintangBola - REAL Madrid dikenal sebagai klub yang doyan membeli
pemain-pemain bintang. Bahkan di periode pertama memimpin, Presiden
Madrid Florentino Perez menamai proyek mendatangkan pemain-pemain
bintang dengan sebutan Galacticos atau mendaratkan pesepakbola dari “galaksi lain”.
Akan tetapi, tak semua pemain bintang yang didaratkan Madrid
sukses sewaktu merumput di Santiago Bernabeu. Ada beberapa pemain yang
kemudian flop dan gagal bersinar bersama Los Blancos –julukan Madrid.
Siapa saja mereka?
Berikut 5 transfer terburuk Madrid, mengutip dari Agen Bola:
5. Royston Drenthe
Drenthe membawa Tim Nasional (Timnas) Belanda menjuarai Piala Eropa
U-21 2007. Tidak sampai di situ, pesepakbola berambut gimbal itu juga
terpilih sebagai pemain terbaik di turnamen dua tahunan tersebut. Karena
itu, Madrid memboyong Drenthe dari Feyenoord Rotterdam pada bursa
transfer musim panas 2007 seharga 14 juta euro atau sekira Rp237 miliar.
Akan tetapi, Drenthe tampil flop bersama Madrid.
Pesepakbola yang biasa beroperasi sebagai winger kiri itu hanya
dipercaya tampil di 18 pertandingan Liga Spanyol 2007-2008. Semusim
setelahnya, Drenthe turun di 20 laga Liga Spanyol 2008-2009. Akan tetapi
pada 2009-2010, ia hanya mentas di delapan pertandingan. Setelah
dipinjamkan ke Hercules dan Everton, Drenthe tidak mendapat perpanjangan
kontrak dari Madrid saat masa baktinya berakhir pada musim panas 2012.
4. Nuri Sahin
Sahin merupakan pemain andalan Borussia Dortmund saat menjuarai Liga
Jerman 2010-2011. Ketenangan Sahin dalam menguasai bola selintas mirip
dengan pemain Madrid saat itu, Xabi Alonso. Karena itu, Madrid menggaet
Sahin senilai 9 juta euro pada bursa transfer musim panas 2011.
Harapannya saat itu, perpaduan Sahin dan Alonso bisa membuat
permainan Madrid lebih enak untuk ditonton. Akan tetapi, Sahin justru
kesulitan menembus posisi reguler di tim utama Madrid racikan Jose
Mourinho. Sepanjang musim 2011-2012, Sahin hanya tampil di 10
pertandingan. Kemudian pada musim panas 2012, Sahin dipinjamkan ke
Liverpool, sebelum akhirnya dijual ke Dortmund pada musim panas 2014.
3. Asier Illaramendi
Illaramendi digaet Madrid dari Real Sociedad pada bursa transfer
musim panas 2013 dengan biaya mahal, yakni 28,8 juta pounds atau sekira
Rp555 miliar. Ia disiapkan Madrid untuk menggantikan Xabi Alonso yang
semakin menua. Akan tetapi, Illaramendi gagal menjawab ekspektasi
tersebut.
Tiap kali diturunkan, pemain yang membawa Timnas Spanyol U-21
menjuarai Piala Eropa U-21 2013 itu tampil gugup. Alhasil pada bursa
transfer musim panas 2015, Illaramendi dilepas ke Sociedad yang
merupakan klub lamanya.
2. Danilo Luiz
Danilo digaet Madrid dari FC Porto pada bursa transfer musim panas
2015 dengan harga 31,5 juta euro atau sekira Rp533 miliar. Awalnya, fullback berpaspor
Brasil itu didatangkan untuk memberi persaingan kepada Dani Carvajal.
Akan tetapi, Danilo justru gagal bersaing dengan Carvajal.
Bahkan ketika diturunkan, Danilo kerap membuat blunder. Selama dua
musim membela Madrid, Danilo tampil di 53 pertandingan dengan koleksi
tiga gol dan sembilan assist. Pada bursa transfer musim panas 2017,
Danilo dilepas Madrid ke Manchester City.
1. Ricardo Kaka
Madrid mengeluarkan 65 juta euro atau setara Rp1,1 triliun untuk
mendatangkan Kaka dari AC Milan pada bursa transfer musim panas 2009.
Akan tetapi, kualitas yang ditunjukkan Kaka bersama Milan dalam kurun
2003-2009, seakan tak membekas selama membela Los Blancos. Hal itu karena Kaka sering terkena cedera, terutama pada lutut.
Kaka pun gagal menunjukkan performa maksimal selama empat musim
membela Madrid. Dalam periode tersebut, Kaka hanya mencetak 29 gol dan
39 assist dari 120 penampilan. Jelas jumlah tersebut tak sebanding
dengan biaya yang dikeluarkan Madrid untuk mendaratkan mantan gelandang
andalan Timnas Brasil tersebut. Pada akhirnya, Kaka dilepas ke Milan
secara gratis pada bursa transfer musim panas 2013.














Tidak ada komentar:
Posting Komentar