3 Pemain Terbaik di Final Liga Champions
BintangBola - Kompetisi Liga Champions
2017-18 telah berakhir. Real Madrid tampil sebagai juara setelah pada
laga final menang 3-1 atas Liverpool di Kiev, Ukraina, Minggu
(27/5/2018) dini hari WIB.
Final Liga Champions
diwarnai sejumlah drama. Dimulai dengan cederanya winger Liverpool
Mohamed Salah setelah terlibat perebutan bola dengan kapten Real Madrid
Serigo Ramos.
Salah mengalami cedera bahu dan harus digantikan Adam Lallana di
menit ke-30. Pemain Timnas Mesir itu terlihat menangis saat meninggalkan
lapangan.
Tujuh menit berselang, giliran bek kanan Madrid Dani Carvajal yang
harus meninggalkan lapangan. Bek Timnas Spanyol itu juga terlihat
menangis menahan sakit akibat cedera.
Cedera kedua pemain berdampak pada permainan Madrid dan Liverpool.
Namun, mereka masih berjuang sekuat tenaga untuk menjadi yang terbaik.
Dalam final Liga Champions, setidaknya ada 3 pemain yang patut mendapat pujian. Berikut ketiga pemain tersebut seperti dilansir dari Agen Bola:
3. Andrew Robertson
Andrew
Robertson adalah pahlawan Liverpool di final Liga Champions. Dia rajin
membantu menyerang dan bertahan di sayap kiri The Reds. Kerja samanya
dengan Sadio Mane menyulitkan lini pertahanan Real Madrid.
Robertson mencuri perhatian ketika tekelnya menggagalkan upaya Cristiano Ronaldo mencetak gol ke-16 di Liga Champions. Tekel itu menunjukkan keberanian dan tekad yang dimiliki pemain berusia 24 tahun tersebut..
Mantan pemain Hull City ini bisa dibilang salah satu bek kiri terbaik di Liga Inggris musim ini. Performanya melawan Madrid meningkatkan reputasinya sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia.
Robertson telah membuktikan dirinya adalah orang tepat untuk mengisi posisi kiri pertahanan Liverpool.
Robertson mencuri perhatian ketika tekelnya menggagalkan upaya Cristiano Ronaldo mencetak gol ke-16 di Liga Champions. Tekel itu menunjukkan keberanian dan tekad yang dimiliki pemain berusia 24 tahun tersebut..
Mantan pemain Hull City ini bisa dibilang salah satu bek kiri terbaik di Liga Inggris musim ini. Performanya melawan Madrid meningkatkan reputasinya sebagai salah satu bek kiri terbaik di dunia.
Robertson telah membuktikan dirinya adalah orang tepat untuk mengisi posisi kiri pertahanan Liverpool.
2. Sadio Mane
Sadio Mane memiliki kompetisi Liga Champions yang luar biasa bersama mitranya di Liverpool, Roberto Firmino dan Mohamed Salah. Namun, laga final dibayangi cedera Salah dan blunder kiper Lorius Karius.
Mane mencetak satu-satunya gol Liverpool di laga tersebut. Gol ke-10
yang dibuat Mane menyamakan skor menjadi 1-1 setelah Liverpool
tertinggal oleh gol Karim Benzema.
Setelah Dani Carvajal ditarik keluar lantaran cedera, Mane terus meneror sisi kanan pertahanan Madrid yang ditempati pemain pengganti, Nacho Hernandez.
Satu tendangan Mane sempat membuat fans Madrid terdiam. Sayang, bola masih membentur tiang gawang. Jika saja masuk ke gawang, maka akhir cerita pertandingan ini akan berbeda.
Setelah Dani Carvajal ditarik keluar lantaran cedera, Mane terus meneror sisi kanan pertahanan Madrid yang ditempati pemain pengganti, Nacho Hernandez.
Satu tendangan Mane sempat membuat fans Madrid terdiam. Sayang, bola masih membentur tiang gawang. Jika saja masuk ke gawang, maka akhir cerita pertandingan ini akan berbeda.
1. Gareth Bale
Gareth
Bale lebih banyak menghabiskan musim 2017-18 dengan cedera. Karena itu,
pelatih Real Madrid Zinedine Zidane lebih memilih pemain lain ketimbang
dirinya.
Namun, Bale menunjukkan performa bagus dengan mencetak gol secara teratur jelang berakhirnya Liga Spanyol. Tapi, hal itu tidak cukup bagi Zidane untuk memasukkan namanya di starting XI melawan Liverpool pada final Liga Champions.
Bale baru masuk di menit ke-61 menggantikan Isco. Tiga menit kemudian, tendangan akrobatiknya membawa Madrid kembali unggul dengan skor 2-1.
Bale kemudian mencetak gol keduanya di menit ke-82 setelah tendangan jarak jauhnya salah diantisipasi oleh kiper Liverpool Lorius Karius. Bale telah mengubah jalannya pertandingan ketika Zidane terlihat bingung di spertiga akhir.
Upaya Bale untuk mengubah permainan akan dibicarakan selama bertahun-tahun mendatang.
Namun, Bale menunjukkan performa bagus dengan mencetak gol secara teratur jelang berakhirnya Liga Spanyol. Tapi, hal itu tidak cukup bagi Zidane untuk memasukkan namanya di starting XI melawan Liverpool pada final Liga Champions.
Bale baru masuk di menit ke-61 menggantikan Isco. Tiga menit kemudian, tendangan akrobatiknya membawa Madrid kembali unggul dengan skor 2-1.
Bale kemudian mencetak gol keduanya di menit ke-82 setelah tendangan jarak jauhnya salah diantisipasi oleh kiper Liverpool Lorius Karius. Bale telah mengubah jalannya pertandingan ketika Zidane terlihat bingung di spertiga akhir.
Upaya Bale untuk mengubah permainan akan dibicarakan selama bertahun-tahun mendatang.












Tidak ada komentar:
Posting Komentar