Buka Baju di Lapangan, Petenis Wanita Sempat Dianggap Langgar Aturan
NovaPoker - Penyengglara US Open
akhirnya meminta maaf kepada petenis Alize Cornet. Sebelumnya, WTA
menganggap Cornet melanggar aturan karena berganti pakaian di sela-sela
pertandingan melawan Johanna Larsson pada ronde pertama US Open, belum lama ini.
Insiden berawal, ketika Cornet mengganti pakaian yang basah oleh
keringat saat jeda antara set kedua dan ketiga. Saat kembali ke
lapangan, Cornet sadar ternyata posisi bajunya terbalik. Tidak ingin
membuang waktu, dia lalu membukanya dan membetulkan letaknya.
Melihat ini, wasit Christian Rask, mengganjar Cornet
dengan pelanggaran kode disipin. Cornet tampak kaget, karena merasa
tidak melakukan kesalahan apapun saat itu.
Cornet akhirnya kalah. Dia menyerah 6-4, 3-6, 2-6 kepada Johann
Larsson. Namun drama ternyata belum berakhir, karena sanksi yang
dijatuhkan kepadanya menimbulkan polemik.
Banyak pihak yang mengkritik keputusan wasit. Sebab selama ini,
petenis putra tidak pernah mendapat sanksi bila berganti baju
di lapangan. Keputusan itu pun dianggap sebagai bentuk diskriminasi
terhadap seseorang berdasarkan jenis kelaminnya atau seksime.
"Aturan ini sudah ketinggalan zaman dan tidak praktis," tulis Billie Jean King di Twitter.
"Alize Cornet kembali ke lapangan setelah 10 menit istirahat dari
cuaca panas. Dia lalu mengenakan baju baru, tapi dengan posisi terbalik.
Dia balik badan dan membetulkan letaknya, lalu dianggap melanggar kode.
Tidak seperti olahragawan pria. Mereka bisa membuka bajunya di
lapangan," tulis mantan petensi ternama asal Inggris, Judy Murray.
Melansir dari halaman Agen Poker, penyelenggara
US Open akhirnya mengklarifikasi insiden tersebut. Mereka meminta maaf
kepada Cornet dan menyatakan tidak akan menghukum pemain asal Prancis
tersebut.
"Setiap pemain bisa mengganti pakaiannya ketika duduk di bangku pemain. Ini tidak tergolong pelanggaran kode," tulis penyelenggara US Open.
"Kami menyesalkan pelanggaran kode yang diberikan kepada nyonya Cornet. Kami mengklarifikasi kalau kerbijakan seperti itu tidak akan terjadi ke depannya. Beruntung, dia hanya mendapat peringatan dan tidak ada penalti atau denda," tulis penyelenggara.
"Petenis putri, jika perlu dan memungkinkan, bisa ganti pakaian di tempat yang lebih pribadi, dekat lapangan. Mereka tidak dianggap istirahat ke kamar mandi dalam keadaan ini."
Organisasi Tenis Dunia (WTA) juga ternyata tidak menyetujui aturan tersebut. Mereka bahkan menganggap penyelenggara telah semena-mena terhadap Cornet. Meski demikian, WTA menyambut bagi langkah penyelenggara yang telah meralat keputusan mereka.
"Pelanggaran kode yang diberikan USTA kepada Alize Cornet di ronde pertama US Open tidak adil dan tidak berdasar aturan WTA dan WTA tidak pernah membuat aturan yang melarang mengganti baju di lapangan," bunyi pernyataan resmi WTA.
"Setiap pemain bisa mengganti pakaiannya ketika duduk di bangku pemain. Ini tidak tergolong pelanggaran kode," tulis penyelenggara US Open.
"Kami menyesalkan pelanggaran kode yang diberikan kepada nyonya Cornet. Kami mengklarifikasi kalau kerbijakan seperti itu tidak akan terjadi ke depannya. Beruntung, dia hanya mendapat peringatan dan tidak ada penalti atau denda," tulis penyelenggara.
"Petenis putri, jika perlu dan memungkinkan, bisa ganti pakaian di tempat yang lebih pribadi, dekat lapangan. Mereka tidak dianggap istirahat ke kamar mandi dalam keadaan ini."
Organisasi Tenis Dunia (WTA) juga ternyata tidak menyetujui aturan tersebut. Mereka bahkan menganggap penyelenggara telah semena-mena terhadap Cornet. Meski demikian, WTA menyambut bagi langkah penyelenggara yang telah meralat keputusan mereka.
"Pelanggaran kode yang diberikan USTA kepada Alize Cornet di ronde pertama US Open tidak adil dan tidak berdasar aturan WTA dan WTA tidak pernah membuat aturan yang melarang mengganti baju di lapangan," bunyi pernyataan resmi WTA.










Tidak ada komentar:
Posting Komentar